Hari Ini:24 February, 2021

Teleportasi, Apa Benar Mustahil?

Halo, Pejuang Prestasi! kita pasti tahu tentang istilah teleportasi yang mana banyak diperkenalkan oleh film science-fiction atau bahkan di kartun Jepang, salah satunya kekuatan mata Uchiha Obito (Kamui) dalam serial Naruto Shippuden atau kemampuan Ant-man dalam berpindah ke dimensi berbeda (Ranah Kuantum) dan terjebak disana dalam waktu yang sebentar tapi diwaktu bumi sangat lama atau bagaimana anggota Avengers bisa melakukan time travelling. Itu hanyalah gambaran sekilas yang menyangkut teleportasi.

Meskipun begitu, pernahkah terpikirkan oleh kamu kalua hal itu dapat terjadi di dunia nyata? Seperti bisa melakukan perjalanan ke dimensi berbeda dalam sekejap.

Teleportasi adalah pemindahan materi dari suatu titik ke titik lainnya tanpa melewati jarak antara kedua titik, seolah-olah berpindah melalui suatu portal. Pada mulanya, teleportasi hanya bisa dilakukan untuk benda berskala nanometer dalam karya sci-fi dan diperkirakan berpuluh tahun yang akan datang dapat dilakukan pada benda atom kumprum atau tembaga.

Di dasari atas teori di mana apa yang terjadi ketika seseorang mampu melebihi kecepatan suatu cahaya, yang mana pada Relativitas Einsten hal itu merupakan suatu bentuk yang termasuk dalam kategori seram dan tidak masuk akal. Namun dengan perkembangan yang terjadi dari tahun ke tahun dalam modern physics, ternyata hal itu dapat dilakukan dengan melakukan “loncatan kuantum” pada jarak tertentu dengan sangat cepat yang melebihi kecepatan cahaya.
Pada awalnya orang sangat meragukan hal tersebut karena secara umum dalam modern physics melakukan loncatan kuantum merupakan hal yang tidak mungkin untuk sebuah benda partikel yang mencoba masuk dalam ranah kuantum itu sendiri. Apabila dicoba, informasi dari partikel tersebut sangatlah berlainan. Kita tidak mengetahui dunia kuantum terdiri dari atom dan subatom yang sangat banyak sekali sedangkan partikel benda terdiri dari susunan atom kompleks.

Akan tetapi, seiring perkembangan zaman partikel tersebut sudah bisa melewati dan memasuki ranah kuantum untuk ukuran spersekian kecil dan pada jarak tertentu dalam melakukan teleportasi.

Lebih lanjutnya, Scrodinger berhasil memberikan rumus peluang elektron untuk dapat melakukan terobosan pada suatu dinding penghalang. Kuantum ini dimodelkan melalui sumur-sumur kuantum. Pada sumur itu digambarkan elektron yang hendak menembus dinding sumur pembatas dengan probabilitas tertentu.

Richard Feyman, ilmuwan Amerika Serikat yang berhasil memenangkan Nobel Fisika atas temuannya, membuktikan bahwa suatu partikel masih dapat dipindahkan menembus batas dinding partikel tanpa mengalami kerusakan. Pada kesempatan yang lain, Ivan Geiver dari Amerika juga semakin menguatkan khazanah ilmu kuantum ini.

Temuan Feyman dan Geiver memberikan pengertian kepada kita bahwa teleportasi, perpindahan fisik seseorang yang menembus ruang pembatas, menjadi rasional. Begitu pula dengan Isra’ Mi’raj. Jika seseorang sudah dapat melakukan suatu perlakuan khusus terhadap dirinya sampai pada batas energi ambang, maka orang tersebut memungkinkan mengalami derajat emanasi, eksitasi, atau kuantum. Sama persis dengan energi ambang yang dibutuhkan suatu logam untuk dapat melakukan kuantum.

Manifestasi dari kuantum memungkinkan seseorang untuk mengirimkan sinyal jarak jauh, sinyal yang berupa medan elektromagnetik. Jika dapat mengubah partikel diri seolah menjadi susunan-susunan elektron yang tereksitasi, maka terjadilah loncatan secepat cahaya. Maka dari itu, tukar informasi dapat terjadi. Lihat juga peristiwa kirim energi melalui televisi pada acara mingguan Dedy Corbuzier. Jika kejadian ini sampai melibatkan pemindahan fisik tubuhnya, maka orang ini mencapai derajat teleportasi.

Dari sudut pandang teori kuantum, maka jelaslah bahwa tabir Isra’ Mi’raj, telepati, hingga teleportasi sudah mendapatkan penjelasan fisik. Artinya, sebagian besar orang yang tidak mengakui fenomena tersebut karena alasan tidak ada bukti fisiknya, dewasa ini sudah terbantahkan. Hal yang dulu dianggap metafisika dan gaib, berdasarkan teori kuantum telah mendapatkan pembenaran fisik. Senada dengan teori kuantum, maka teknik goyang ritmis berirama pada ritual meditasi, zikir, serta pengobatan alternatif.

Ole karena itu, teleportasi secara teori bisa masuk akal hanya saja berdasarkan fakta lapangan langsung belum bisa terbukti atau masih dalam perkembangan. Ditambah, teori di atas adalah pemicu fisikawan untuk terus berkembang dan berinovasi.

Maka untuk sementara teleportasi hanya bisa dilakukan dengan struktur atom yang tidak kompleks, sedangkan manusia memiliki struktur atom kompleks yang dikhawatirkan jika dilakukan teleportasi akan terpotong atau hancur. Sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat melakukan teleportasi manusia secara sempurna. Beranjak dari teori-teori tersebut, semoga akan tercipta sebuah inovasi yang memungkinkan manusia berteleportasi.

Referensi:

  1. Id.wikipedia.org > Teleportasi
    https://id.wikipedia.org/wiki/Teleportasi
  2. kompasiana.com > Metode Teleportasi dan Ruang Waktu
    https://www.kompasiana.com/dr.hariatmadja/54f90effa3331135028b464e/metode-teleportasi-dan-ruang-waktu
  3. kaskus.co.id > TEORI KUANTUM, TELEPATI, DAN TELEPORTASI
    https://www.kaskus.co.id/thread/583d9220529a4581208b456c/teori-kuantumtelepati-dan-teleportasi/
  4. infia.co > Teleportasi Bagi Manusia Sama Saja Bunuh Diri, Ini Penjelasannya!
    https://www.infia.co/news/teleportasi_S2VR5lVZ
  5. sains.kompas.com > Teleportasi Manusia, Mungkinkah?
    https://sains.kompas.com/read/2016/04/11/14330401/Teleportasi.Manusia.Mungkinkah.?page=all

Penulis: Baihaqi Hakim
Editor: Putri Indy Shafarina

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Akses Artikel Exclusive Lebih Dulu

Dapatkan Akses Artikel Exclusive Lebih Dulu

Mari bergabung bersama ribuan pembaca Ilumina dengan mendaftarkan alamat email kamu. Ssst.. Gratis, hanya buat kamu!

Langkah yang tepat! Kamu telah membuka jendela untuk melihat dunia dengan lebih baik!