Hari Ini:21 October, 2021

Spaceship Earth dan Hipotesis Gaia: Bumi Ibarat Pesawat Luar Angkasa?

Manusia hadir di muka Bumi sekitar 10.000 tahun yang lalu namun, kecerdasan manusia yang lebih dari makhluk lainnya telah mengubah banyak tatanan dan proses-proses alamiah yang terjadi di muka Bumi.

Halo, Pejuang Prestasi! Seperti yang sudah kita ketahui, manusia hadir di muka Bumi sekitar 10.000 tahun yang lalu pada zaman Holosen. Kehadiran manusia di muka Bumi jika dilihat dari sejarah pembentukan Bumi, ternyata cuma memakan waktu kurang dari 1% dari total umur Bumi, lho! Namun, kita wajib bersyukur bahwa kecerdasan manusia yang lebih dari makhluk lainnya sebagai rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa telah mengubah banyak tatanan dan proses-proses alamiah yang terjadi di muka Bumi.

Sebagai makhluk yang ditakdirkan untuk terlahir dan mati di muka Bumi, manusia tentu akan menganggap Bumi sebagai ‘rumahnya’ di bawah alam sadar pemikirannya. Namun, rumah seperti apakah Bumi kita ini dianggap oleh manusia? Berikut terdapat dua teori utama tentang cara manusia memandang Bumi sebagai rumah dan tempat tinggalnya.

  1. Spaceship Earth

(Sumber: https://www.usatoday.com/story/news/2018/09/27/spacexs-bfr-spaceship-rocket-elon-musk-space-travel/1430175002/)

Spaceship Earth pertama kali dikenalkan oleh seorang politikus Amerika Serikat bernama Henry George dalam bukunya yang berjudul “Progress and Poverty” yang diterbitkan pada 1879. Spaceship Earth adalah cara pandang manusia terhadap Bumi di mana seluruh makhluk di Bumi termasuk manusia berada di dalam satu pesawat luar angkasa yang memiliki keterbatasan sumber daya untuk melangsungkan hidup. Manusia dalam teori ini berlaku sebagai pengendali dari sebuah pesawat tersebut. Setiap tindakan atau aksi yang dilakukan oleh manusia akan menimbulkan reaksi terhadap kelangsungan hidup seluruh makhluk dalam pesawat luar angkasa tersebut. Misinya adalah seluruh makhluk di dalam pesawat tersebut harus mampu bertahan hidup dan melangsungkan spesiesnya dalam jangka waktu yang selama-lamanya dengan sumber daya yang terbatas. Oleh karena itu, peran manusia di sini sangat penting sebagai pengelola dari sumber daya tersebut untuk menjamin agar pesawat luar angkasa tidak ‘rusak’ dan kehidupan di dalamnya dapat berlangsung dengan baik.

  1. Hipotesis Gaia

(Sumber: https://svs.gsfc.nasa.gov/30701)

Cara pandang Bumi yang kedua adalah hipotesis gaia. Hipotesis gaia pertama kali dikenalkan pada tahun 1972 oleh ahli kimia Inggris, James E. Lovelock dan biologis Amerika Serikat, Lynn Margulis. Dalam hipotesis gaia, disebutkan bahwa semua makhluk hidup memiliki efek dan peran regulasi pada lingkungan Bumi yang melangsungkan hidupnya secara keseluruhan. Bumi bersifat homeostatis dalam mendukung kondisi untuk menopang kehidupan. Artinya, perubahan-perubahan yang terjadi di Bumi adalah sebab dan akibat atau aksi dan reaksi dari seluruh makhluk hidup dan matter atau objek yang ada untuk mencapai keseimbangan, dimana keseimbangan secara sempurna tidak akan pernah didapati, hanya mendekati.

Kesimpulannya, kehadiran manusia di muka Bumi telah memberikan dampak yang besar, tugas kita adalah bagaimana mengarahkan perubahan dan dampak tersebut ke arah yang lebih baik demi kelangsungan kehidupan makhluk-makhluk di muka Bumi.

Sumber:

https://www.britannica.com/science/Gaia-hypothesis

https://web.archive.org/web/20070203191826/http://dieoff.org/page160.htm

https://scholarship.law.duke.edu/cgi/viewcontent.cgi?referer=https://en.wikipedia.org/&httpsredir=1&article=1040&context=delpf

Penulis: Rubens Setiawan

Editor: Putri Indy Shafarina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Akses Artikel Exclusive Lebih Dulu

Dapatkan Akses Artikel Exclusive Lebih Dulu

Mari bergabung bersama ribuan pembaca Ilumina dengan mendaftarkan alamat email kamu. Ssst.. Gratis, hanya buat kamu!

Langkah yang tepat! Kamu telah membuka jendela untuk melihat dunia dengan lebih baik!