Hari Ini:22 February, 2021

Yuk kenalan sama jenis-jenis awan!

Pejuan Prestasi, kali ini kita akan kembali membahas kebumian, khususnya awan! Pernah enggak kalian keluar rumah di siang hari, lalu melihat banyak awan di langit? Awan punya beragam bentuk dan nama-nama yang berbeda, loh!

Nama dari jenis awan berasal dari ciri khas bentuk yang ditampilkan. Selain itu, awan juga diklasifikasikan berdasarkan ketinggiannya. Nah, kira-kira jenis awan apa saja yang sering kita lihat, ya? Simak pembahasan kali ini, yuk!

Dasar penamaan awan dibentuk dari empat istilah latin berikut.

  • Cirrus : berserat atau seperti rambut
  • Cumulus : suatu tumpukan atau timbunan
  • Stratus : sebuah lembaran horizontal atau lapisan
  • Nimbus : rain-bearing (penghasil hujan)

Berdasarkan ketinggian, awan dibagi menjadi empat tingkatan.

Tingkat tinggi (Cirro)                     :              Dasar awan dibawah 6000m, Semua berbentuk cirrus (awan es),

Tingkat menengah (Alto)             :              Dasar awan 2000-6000m

Tingkat rendah (Strato)                :              Dasar awan dibawah 2000m (dibawah boundary layer / lapisan batas)

Awan Vertikal                                 :              Dasar awan rendah tetapi pertumbuhannya vertical ke atas

Ilustrasi jenis awan berdasarkan tinggi. (Gambar: Buku Meteorology Today, 1982)

Nah itu dia dasar penamaan awan. Sekarang Illumina akan menunjukkan bentuk-bentuk awan yang diklasifikasikan berdasarkan empat tingkatan, yaitu awan tingkat tinggi, tingkat menengah, tingkat rendah, dan awal vertikal serta turunannya.

Awan Tingkat Tinggi

Cirrus

Putih, lembut, berserat dalam penampilannya. Berbentuk potongan kecil atau pita sempit. Mungkin karena coretan berbentuk koma atau “ekor kuda betina” (cirrus uncinus). Awan cirrus dibentuk secara keseluruhan oleh kristal es. Kristal es ini tumbuh dan menguap perlahan, menuju ke tepi halus awan.

Cirrostratus

Tipis, lapisan transparan atau tudung, matahari tampak jelas, dan terlihat bayangan semu pada permukaan. Sebuah halo dapat terlihat disekitar matahari (atau bulan). Lembaran cirrostratus dapat menutupi seluruh langit, dan dapat mencapai hingga ketebalan sekitar 1000m.

Cirrocumulus (Cc)

Potongan kecil atau lapisan awan putih tipis, tampak belang dan bergelombang. Belang dihasilkan dari pembalikan dalam awan, sedangkan gelombang dari gelombang gravitas.

Aircraft contrails (condensation trail)

Kondensasi dari pengeluaran pesawat terbang. Dapat menghilang dengan cepat, atau akan hidup sangat lama tergantung pada kondisi. Disebut juga sebagai awan buatan manusia.

Awan Tingkat Menengah

Altostratus

Lapisan awan keabu-abuan, dapat berserat atau seragam dalam penampilan. Cukup lemah perannya untuk mengaburkan matahari, namun tanpa halo.

Altocumulus

Potongan kecil berwarna putih atau abu-abu yang tersusun dalam sebuah lapisan. Bentuk dan teksturnya bermacam-macam.

Altocumulus lenticularis

Awan lenticular (berbentuk lensa) putih atau abu-abu, dibentuk dari pengangkatan udara pada penghalang topografis.

Altocumulus castellanus

Putih atau abu-abu, seperti awan cumulus yang pecah, bagian paling atas menyerupai kastil. Kadang tersusun dalam garis.

Altocumulus undulatus

Potongan kecil atau lapisan awan putih/abu-abu dengan tampilan berombak atau bergelombang.

Awan Tingkat Rendah

Stratocumulus

Lapisan awan putih atau abu-abu, biasanya berbentuk seperti tumpukan, gundukan, atau roll (gulungan).

Stratocumulus with virga

Helaian (seperti rambut) hujan yang jatuh, di mana terjadi penguapan di bawah awan sebelum mencapai tanah.

Nimbostratus

Abu-abu gelap, tanpa sifat-sifat menarik, lapisan awan tebal. Berkaitan dengan presipitasi yang berkepanjangan. Pada umumnya terbentuk dalam frontal sistem (susunan garis).

Stratus

Lapisan awan abu-abu tanpa sifat-sifat menarik dengan dasar yang seragam. Seringkali dikaitkan dengan gerimis atau salju.

Awan Vertikal dan Turunannya

Cumulus

Awan padat-terpisah, berwarna putih hingga abu-abu cerah. Berbentuk gumpalan atau tumpukan (seperti kembang kol), biasanya dengan tepi yang jelas dan dasar yang rata. Area Cu seringkali semua memiliki base (dasar) pada ketinggian (pengangkatan kondensasi) yang sama.

Cumulonimbus

Awan besar tinggi, berdasar gelap dan samping berwarna putih. Dikaitkan dengan hujan lebat, hujan badai, dan hujan es. Seringkali memiliki bentuk puncak anvil.

Pileus

Awan “topi” yang terbentuk diatas large cumulus karena pergerakan naik pada awan konvektif membalikkan lapisan udara diatasnya (pileus adalah nama latin untuk skull-cap)

Mammatus

halus, berbentuk bulat, terkadang terbentuk disisi bawah cumulonimbus; dihasilkan dari downdrafts yang terjadi didalam awan.

Nah, itu dia sedikit pembahasan tentang awan, menarik bukan? Mulai sekarang kalian sudah bisa mengidentifikasi awan yang kalian lihat di langit kalau kalian lagi di luar ruangan, loh!

Penulis: Mega Syahrani
Editor: Putri Indy Shafarina

Share

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Akses Artikel Exclusive Lebih Dulu

Dapatkan Akses Artikel Exclusive Lebih Dulu

Mari bergabung bersama ribuan pembaca Ilumina dengan mendaftarkan alamat email kamu. Ssst.. Gratis, hanya buat kamu!

Langkah yang tepat! Kamu telah membuka jendela untuk melihat dunia dengan lebih baik!