Hari Ini:22 February, 2021

Gempa Bumi di Indonesia, Kenapa sih sering terjadi?

Halo Pejuang Prestasi! Kalian tahukan kalau Indonesia sering dilanda banyak bencana alam, salah satunya gempa bumi. Gempa bumi itu apa sih? Banyak korban, rumah rusak, harta benda hilang. Hmm, kenapa sih di Indonesia sering terjadi gempa bumi? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

Seperti yang kita ketahui, Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri lebih dari 17.000 pulau. Indonesia merupakan salah satu negara yang berada di garis khatulistiwa, membentang dari Sabang sampai Merauke dengan sumber daya alam yang berlimpah. Indonesia sendiri diapit oleh dua benua dan dua samudera, tetapi ngga hanya itu loh, Indonesia juga diapit oleh tiga lempeng sekaligus. Lempeng tersebut adalah lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Sebelum masuk ke pembahasan kita tentang gempa bumi, yuk kenalan lempeng yang ada di bumi!

Lempeng di bumi. (Foto: Wikipedia)

Menurut teori tektonik lempeng, lempeng tektonik adalah kerak Bumi yang sejatinya terdiri dari lempengan-lempengan besar yang seolah-olah mengapung dan bergerak pada lapisan inti Bumi yang lebih cair. Teori ini menyampaikan bahwa pada bagian luar bumi (litosfer), terdapat sekitar dua puluh segmen padat yang disebut lempeng. Lempeng yang paling besar di antara semua lempeng tersebut adalah lempeng Pasifik. Sifat dari lempeng ini yakni tiap-tiap lempeng dapat bergerak-gerak sebagai satu unit terhadap unit lempeng lain. Pergerakan antar lempeng inilah yang dapat menimbulkan getaran getaran yang ada di bumi yang kita kenal dengan gempa bumi. Selama ada pergerakan antarlempeng ini, kemungkinan besar gempa bumi masih akan terus terjadi.

Ilustrasi kerusakan dari gempa bumi. (Foto: dw.com)

Apasih gempa bumi itu?

Menurut BMKG, gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Akumulasi energi penyebab gempa bumi dihasilkan dari pergerakan lempeng-lempeng tektonik. Energi yang dihasilkan dipancarkan ke segala arah berupa gelombang gempa bumi, sehingga efeknya dapat dirasakan sampai ke permukaan bumi.

Parameter gempa bumi sendiri ada empat.

  •       Waktu terjadinya gempabumi (Origin Time-OT)
  •       Lokasi pusat gempabumi (Episenter)
  •       Kedalaman pusat gempabumi (Depth)
  •       Kekuatan Gempabumi (Magnitudo)

Menurut teori lempeng tektonik, permukaan bumi terpecah menjadi beberapa lempeng tektonik besar. Lempeng tektonik adalah segmen keras kerak bumi yang mengapung diatas astenosfer yang cair dan panas. Oleh karena itu, lempeng tektonik bebas untuk bergerak dan saling berinteraksi satu sama lain. Daerah perbatasan lempeng tektonik merupakan tempat yang memiliki kondisi tektonik aktif yang menyebabkan gempa bumi, gunung berapi, dan pembentukan dataran tinggi. Teori lempeng tektonik merupakan kombinasi dari teori sebelumnya, yaitu Teori Pergerakan Benua (Continental Drift) dan Pemekaran Dasar Samudra (Sea Floor Spreading).

Klasifikasi Gempa

Klasifikasi gempa bumi terbagi menjadi beberapa jenis gempa berdasarkan penyebab terjadinya.

  • Gempa tektonik. Gempa yang paling umum terjadi akibat dari pelepasan energi yang terakumulasi pada lempeng konvergen dalam waktu yang lama. Selain itu, gerak lempeng transform dapat juga mengakibatkan terjadinya gempa, sementara divergen sangat jarang. Menurut Howell (1959), gempa ini mencakup:
    (1) elastic rebound,
    (2) pensesaran tiba-tiba dan
    (3) perlipatan.
Ilustrasi gempa tektonik. (Foro: ceruleanflux)
  • Gempa vulkanik: gempa yang terbentuk karena gerakan magma yang melewati kepundan, atau naiknya sebuah kantong magma menembus kerak menuju gunung api, sehingga gesekan yang terjadi memicu getaran. Menurut Howell:
    (1) letusan karena tekanan di bawah permukaan,
    (2) proses kristalisasi,
    (3) retakan tarik/tension cracking,
    (4) intrusi magma dan
    (5) aliran magma yang bergerak atau berhenti.
Ilustrasi gunung meletus penyebab gempa vulkanik. (Foto: Geologypage)
  • Gempa ledakan (explosion):
    (1) ledakan di permukaan,
    (2) meteor,
    (3) runtuhan gua,
    (4) longsoran dsb.

Apa sih alat yang digunakan untuk mencatat gempa bumi?

Alat yang digunakan untuk mencatat gempa bumi disebut seismograf atau seismometer. Sementara, hasil rekaman seismograf disebut seismogram yang berupa grafik naik-turun.

Getaran yang terjadi di permukaan bumi dicatat menurut dua arah, yakni vertikal dan horizontal. Oleh karena itu, seismograf juga terdapat dua jenis, seismograf horizontal dan seismograf vertikal.

Ilustrasi alat pencatat gempa bumi. (Foto: instruct.uwo.ca)

Prinsip kerja dari seismograf itu sendiri adalah seismograf memiliki instrumen sensitif yang dapat mendeteksi gelombang seismik yang dihasilkan oleh gempa bumi. Gelombang seismik yang terjadi selama gempa tergambar sebagai garis bergelombang pada seismogram. Seismologist mengukur garis-garis ini dan menghitung besaran gempa.

Dahulu, seismograf hanya dapat mendeteksi gerakan horizontal, tetapi saat ini seismograf sudah dapat merekam gerakan-gerakan vertikal dan lateral. Seismograf menggunakan dua gerakan mekanik dan elektromagnetik seismographer. Kedua jenis gerakan mekanikal tersebut dapat mendeteksi baik gerakan vertikal maupun gerakan horizontal tergantung dari pendular yang digunakan apakah vertikal atau horizontal.

Seismograf modern menggunakan elektromagnetik seismographer untuk memindahkan volatilitas sistem kawat tarik ke suatu daerah magnetis. Peristiwa-peristiwa yang menimbulkan getaran, kemudian dideteksi melalui spejlgalvanometer seismograph.

Nah, itu dia sedikit pembahasan tentang gempa bumi. Sekarang, kenapa ya gempa bumi banyak terjadi di Indonesia?

Seperti yang sudah sedikit disinggung pada paragraf awal, Indonesia diapit oleh tiga lempeng sekaligus. Itu menyebabkan Indonesia menjadi jalur gampa bumi dunia yang membuatnya sering mengalami gempa bumi. Mulai dari gempa yang kecil sampai gempa besar, yang dekstruktif serta banyak menimbulkan bencana tambahan seperti tsunami.

Lempeng Indo-Australia bergerak relatif ke arah utara dan menyusup ke dalam lempeng Eurasia. Sementara, lempeng Pasifik bergerak relatif ke arah barat. Jalur pertemuan lempeng berada di laut, sehingga apabila terjadi gempa bumi besar dengan ke dalaman dangkal itu akan berpotensi menimbulkan tsunami. Oleh karena itu, Indonesia juga rawan terkena tsunami.

Secara umum, zona sumber kejadian gempa bumi di Indonesia berdasarkan mekanisme fisik dapat di bagi menjadi tiga.

  • Zona Subduksi, yaitu zona kejadian gempa bumi yang terjadi di sekitar pertemuan antar lempeng. Sumber penunjaman lempeng kerak bumi dapat di bagi menjadi dua model, yaitu pada lajur megathrust atau gempa bumi interplate, maupun dalam lajur beniof atau gempa intraplate. Lajur megathrust adalah bagian dangkal suatu lajur subduksi yang mempunyai sudut tukik yang landai sedangkan zona benioff adalah bagian dalam suatu lajur subduksi yang mempunyai sudut tukik yang curam.
  • Zona transform adalah sesar geser pada batas antara dua lempeng, di mana pada daerah ini terjadi gesekan atau translasi dan tidak terjadi penelanan kerak bumi. Akan tetapi, terjadi gerak horizontal dan menyebabkan gempa bumi besar (Katili, 1986).
  • Zona sumber-sumber sesar kerak bumi dangkal (shallow crustal fault) adalah patahan kerak bumi dangkal dan aktif.

Nah, Itu dia pembahasan singkat mengenai gempa bumi. Informasi mengenai gempa bumi ini semoga dapat menambah pengetahuan dan wawasan kalian tentang fenomena alam yang ada di bumi kita ini yaa! Semoga nantinya dapat mengedukasi masyarakat untuk mengurangi resiko akibat bencana gempacbumi dan tsunami.

Sekian dari saya, sampai jumpa di lain kesempatan. Daah!

Penulis: Mega Syahrani
Editor: Putri Indy Shafarina

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Akses Artikel Exclusive Lebih Dulu

Dapatkan Akses Artikel Exclusive Lebih Dulu

Mari bergabung bersama ribuan pembaca Ilumina dengan mendaftarkan alamat email kamu. Ssst.. Gratis, hanya buat kamu!

Langkah yang tepat! Kamu telah membuka jendela untuk melihat dunia dengan lebih baik!