Hari Ini:20 October, 2021
Bonus Demografi

Bonus Demografi: Peluang Indonesia Menjadi Negara Maju?

Halo, Pejuang Prestasi! Baru-baru ini kita merayakan 75 tahun kemerdekaan negara kita, Republik Indonesia. Dalam 75 setelah Indonesia merdeka, populasi Indonesia telah mencapai angka 269,6 juta jiwa dengan pertumbuhan yang berada di angka 1,1% per tahun, dan tahukah kalian kalau populasi sebuah negara bisa memiliki dampak besar bagi ekonomi sebuah negara, loh! Tahun 2025 hingga 2035 diprediksi akan menjadi titik baru bagi kemajuan Indonesia karena Indonesia akan mencapai masa Bonus Demografi. Jadi, apakah Bonus Demografi itu?

Apa itu Bonus Demografi?

Bonus demografi adalah suatu periode pertumbuhan pesat ekonomi sebuah negara yang merupakan hasil dari perubahan struktur usia populasi pada negara tersebut. Biasanya, bonus demografi disebabkan oleh penurunan angka fertilitas dan mortalitas dari sebuah negara. Menurut UNFP, bonus demografi atau demographic dividend adalah sebagai berikut.

“The economic growth potential that can result from shifts in a population’s age structure, mainly when the share of the working-age population (15 to 64) is larger than the non-working-age share of the population (14 and younger, and 65 and older)”

Transisi Demografi
Sumber: Our World in Data

Menurut model transisi demografi, saat ini Indonesia berada pada tahap ketiga di mana angka mortalitas sudah stabil di angka yang cukup rendah, sedangkan angka fertilitas terus menurun. Hal ini menyebabkan populasi usia kerja Indonesia yang terus meningkat lebih cepat dibandingkan populasi secara keseluruhan sehingga angka ketergantungan akan menurun. Dengan meningkatnya angkatan kerja dan lebih sedikit anak yang perlu didukung, sumber daya ekonomi dapat digunakan pada bidang lain untuk mempercepat pembangunan ekonomi Indonesia dan kemakmuran rakyat Indonesia di masa yang akan datang.

Jumlah anak yang lebih sedikit juga berarti bahwa orang tua dapat berinvestasi lebih banyak pada pendidikan tiap anaknya. Pada tahun 1960-an, angka fertilitas Indonesia berada pada tingkat 5,6 yang artinya rata-rata wanita Indonesia melahirkan lebih dari 5 anak. Saat ini, angka fertilitas sudah menurun hingga menyentuh angka 2,3 sehingga setiap orang tua saat ini dapat berinvestasi jauh lebih banyak pada anak-anaknya dibandingkan pada tahun 1960-an

Dampaknya pada Ekonomi Indonesia

Indonesia - 2016
Male
100+
95 - 99
90 - 94
85 - 89
80 - 84
75 - 79
70 - 74
65 -69
60 - 64
55 -59
50 - 54
35 - 39
30 - 34
25 - 29
20 - 24
15 -19
10 - 14
Population (in millions)
45
40
- 49
44
Age Group
Female
Population (in millions)
Sumber: Wikimedia Commons

Negara-negara Asia Timur menjadi contoh yang baik dari dampak Bonus Demografi bagi ekonomi suatu negara secara keseluruhan. Pada tahun 1960-an, investasi yang dilakukan pemerintah negara-negara Asia Timur untuk populasi muda mereka, serta perluasan akses ke program perencanaan keluarga menjadi dasar penting bagi bonus demografi negara-negara Asia Timur yang terjadi pada tahun 1980-an hingga 1990-an. Sebagai contohnya, produk domestik bruto Korea Selatan tumbuh hingga 2.200 persen dari tahun 1950 hingga 2008.

Terdapat empat mekanisme yang terjadi hingga memberikan dampak percepatan pertumbuhan ekonomi pada sebuah bangsa, antara lain :

  1. Meningkatnya Tabungan Masyarakat
    Menurunnya rasio ketergantungan artinya jumlah tanggungan menurun dan tiap individu dapat menghemat lebih banyak sehingga dapat menstimulasi ekonomi.
  2. Tenaga Kerja
    Lebih banyak jumlah pekerja pada angkatan kerja, termasuk lebih banyak wanita yang bekerja.
  3. Sumber Daya Manusia
    Bonus Demografi memungkinkan orang tua untuk menginvestasikan lebih banyak sumber daya untuk anak-anaknya.
  4. Pertumbuhan Ekonomi
    GDP per kapita bertambah akibat menurunnya angka rasio ketergantungan.

Dengan kondisi Indonesia saat ini, diperkirakan Indonesia akan mengalami Bonus Demografi pada tahun 2025 hingga 2035. Pada masa ini, rasio ketergantungan berada pada titik terendah sepanjang sejarah Indonesia. Angkatan kerja Indonesia akan mencapai angka 148,5 juta dan rasio ketergantungan berada pada angka 44%. Dengan tingginya potensi Indonesia pada masa Bonus Demografi, bukan tidak mungkin ekonomi Indonesia akan melesat dan Indonesia akan menjadi negara maju.

Referensi:
Inilah Proyeksi Jumlah Penduduk Indonesia 2020, Katadata. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/01/02/inilah-proyeksi-jumlah-penduduk-indonesia-2020 (diakses pada 19 Agustus 2020)
Demographic Dividend, Investopedia. https://www.investopedia.com/terms/d/demographic-dividend.asp (diakses pada 19 Agustus 2020)
Demographic Dividend, UNFPA. https://www.unfpa.org/demographic-dividend (diakses pada 19 Agustus 2020)
What is the Demographic Dividend? Population Education. https://populationeducation.org/what-demographic-dividend/ (diakses pada 19 Agustus 2020)
Model Transisi Demografi: 5 Tahap Perubahan Penduduk, Supergeografi. https://supergeografi.com/antroposfer/transisi-demografi/ (diakses pada 19 Agustus 2020)
What Is the Demographic Dividend? IMF. https://www.imf.org/external/pubs/ft/fandd/2006/09/basics.htm (diakses pada 19 Agustus 2020)

Penulis: Muhammad Ridwan Satria
Editor: Putri Indy Shafarina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Akses Artikel Exclusive Lebih Dulu

Dapatkan Akses Artikel Exclusive Lebih Dulu

Mari bergabung bersama ribuan pembaca Ilumina dengan mendaftarkan alamat email kamu. Ssst.. Gratis, hanya buat kamu!

Langkah yang tepat! Kamu telah membuka jendela untuk melihat dunia dengan lebih baik!