Hari Ini:1 December, 2021

BioLED: Cahaya Lampu dari DNA

Halo,  Pejuang Prestasi! Kalian pasti pernah mendengar beberapa hewan yang bisa menghasilkan cahaya dari tubuhnya. Hewan-hewan tersebut adalah kunang-kunang, angler fish, beberapa jenis protista seperti Nocticula stillans, dan masih anyak lagi. Mereka mengeluarkan cahaya dari tubuhnya akibat dari reaksi kimia yang terjadi pada enzim lusiferase di dalam tubuh.

Fakta unik dari cahaya yang dikeluarkan hewan-hewan tersebut adalah cahaya yang dipancarkan dapat bertahan cukup lama tanpa alat. Dari fakta tersebut para ilmuwan mulai meneliti apa yang menyebabkan cahaya dari reaksi kimia enzim lusiferase itubertahan lama.

Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah DNA. Jika kita ingat-ingat lagi bersama, DNA merupakan sebuah polimer asam nukleat yang berfungsi sebagai penyimpan materi genetik. Untuk bisa menyimpan materi genetik, DNA tentu harus bersifat kuat. Karena itu lah, DNA dapat menyimpan sebuah materi kimia bersamanya dengan sangat kuat, bahkan lebih kuat dari bahan akrilik.

Para ilmuwan mulai melakukan penelitian untuk membuat lampu menggunakan bahan DNA dan menyebutnya sebagai BioLED. Tentu saja komponen BioLED bukan hanya DNA karena pada dasarnya DNA tidak dapat memancarkan cahaya sendiri. DNA yang digunakan akan dicampur dengan pewarna fluorescent. Warna yang dihasilkan bergantung jenis pewarna fluorescent yang dicampurkan dengan DNA tersebut. Proses pembuatannya sendiri diawali dengan memutar pilinan DNA menjadi bentuk nanofiber dan lalu diberikan pewarna fluorescent.

Ilustrasi BioLED Waves. (Foto: Atlasobcura)

DNA yang digunakan oleh beberapa penelitian berbeda-beda, walaupun biasanya yang digunakan adalah DNA bakteri dan DNA protista karena lebih mudah diamati dan juga sudah terbukti beberapa jenis dapat menghasilkan cahaya sendiri.

Namun, terdapat satu penelitian BioLED yang membuat banyak orang kagum sekaligus heran, yaitu membuat BioLED menggunakan DNA Ikan Salmon. Penelitian tersebut dilakukan oleh peneliti dari University of Connecticut. Mungkin kita akan terheran-heran mengapa memilih Ikan Salmon dibandingkan dengan mahluk hidup lain. Alasan utama memilih DNA Ikan Salmon adalah karena DNA Ikan Salmon diketahui memiliki diversivitas gen yang luas dan kemungkinan jika percobaan pada Ikan Salmon berhasil, maka akan berhasil untuk DNA hewan lainnya. 

Meskipun terkesan unik, para peneliti mengatakan harga pasaran dari lampu tersebut jika berhasil dikembangkan dan dijual akan berisar 80 USD, mahal ya? Oleh karena itu, para ilmuwan sepertinya melanjutkan hal ini untuk penelitian saja. Namun, tidak menutup kemungkinan di masa depan pengembangan BioLED akan menjadi lebih baik, loh!

Penulis : Muhammad Fairuziko Nurrajab
Editor: Putri Indy Shafarina

Referensi :

  1. https://www.technologyreview.com/2009/07/22/211437/making-light-bulbs-from-dna/. Dikutip pada tanggal 1 Juni 2020.
  2. https://www.bbvaopenmind.com/en/science/research/light-bulbs-with-dna-and-fluorescent-properties-bioleds/. Dikutip pada tanggal 1 Juni 2020.
  3. https://www.fastcompany.com/1315465/real-life-sci-fi-discovery-day-scientists-make-led-bulbs-salmon-dna. Dikutip pada tanggal 1 Juni 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Akses Artikel Exclusive Lebih Dulu

Dapatkan Akses Artikel Exclusive Lebih Dulu

Mari bergabung bersama ribuan pembaca Ilumina dengan mendaftarkan alamat email kamu. Ssst.. Gratis, hanya buat kamu!

Langkah yang tepat! Kamu telah membuka jendela untuk melihat dunia dengan lebih baik!