Hari Ini:23 February, 2021

Atmosfer: Lapisan Gas Pelindung Bumi

Halo, Pejuang Prestasi! Kali ini Ilmunina akan membahas sedikit tentang salah satu cabang yang ada di OSN Kebumian, yaitu Meteorologi. Meteorologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang atmosfer, loh!

Bumi kita adalah salah satu planet yang ada di sistem tata surya. Sebagai planet ketiga terdekat dari matahari, bumi memiliki selubung pelindung yang biasa kita sebut dengan atmosfer. Pengertian atmosfer sendiri adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Ternyata atmosfer ini banyak memiliki manfaat loh, beberapa diantaranya adalah melindungi kita dari sinar ultraviolet matahari yang tentunya bisa merusak kulit kita jika langsung masuk kebumi tanpa melewati atmosfer. Manfaat lainnya juga yaitu melindungi kita dari serangan meteor. Bayangkan jika tidak ada atmosfer, kira-kira sudah berapa banyak meteor yang bisa masuk ke dalam bumi? Dengan banyaknya manfaat dari atmosfer, sebenarnya apa atmosfer itu tersusun dari apa ya?

Seperti yang telah dijelaskan, atmosfer itu adalah sebuah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet. Atmosfer bumi sendiri tersusun atas berbagai macam gas, empat gas utama dalam udara kering atmosfer yaitu nitrogen (78,08%), oksigen (20,95%), argon (0,93%), dan karbon dioksida (325 ppm), meliputi hampir seratus persen (99,9925%) dari volume udara.

Atmosfer bumi memiliki struktur lapisan secara vertikal, yaitu troposfer, stratosfer, mesosfer, dan thermosfer. Setiap lapisan itu memiliki karakteristiknya masing-masing, loh!

Troposfer

Lapisan troposfer ini merupakan bagian terbawah dari atmosfer. Tebal lapisan ini sekitar 8 km di daerah kutub, dan sekitar 16 km di area equator. Ketebalan ini bervariasi sesuai dengan ruang dan waktu. Troposfer adalah tempat di mana fenomena cuaca terjadi.  Sebagian besar uap air atmosfer terkonsentrasi pada lapisan bawah troposfer. Temperatur di daerah ini menurun seiring meningkatnya ketinggian.  Bagian atas troposfer di batasi oleh lapisan inversi atau lapisan isothermal yang disebut dengan tropopause. Tropopause berfungsi sebagai langit-langit yang mencegah pertukaran udara antara  troposfer  dan stratosfer.

Stratosfer

Ketebalan lapisan atmosfer ini dihitung dari puncak troposfer sampai dengan  ketinggian 50 km. Secara umum, temperatur bertambah dengan ketinggian pada musim panas. Suhu terendah dari lapisan stratosfer ada di sekitar equatorial. Pada musim dingin, lapisan ini memiliki struktur yang lebih kompleks. Lapisan stratosfer ini mengandung mayoritas ozon yang ada di atmosfer (O3). Fungsi dari ozon ini sendiri adalah mengabsorpsi radiasi ultraviolet sehingga menghasilkan suhu maksimum di stratopause, bahkan terkadang dapat mencapai nol derajat celcius, loh!

Mesosfer

Di mesosfer, udara bercampur secara relatif dan suhu menurun seiring dengan bertambahnya ketinggian. Ketinggian dari lapisan ini sekitar 50 – 80 km di atas permukaan bumi. Di sini, atmosfer mencapai suhu terdinginnya, yaitu kurang lebih sekitar -90°C. Pada lapisan ini meteor terbakar ketika memasuki atmosfer bumi. Fungsi lain dari mesosfer adalah sebagai penghantar gelombang elektromagnetik, sinyal radio, televisi, dan telepon. Fenomena unik yang terjadi di mesosfer adalah terdapat pembentukan awan noktilusen di lapisan mesosfer dekat kutub.

Sumber: https://www.wikiwand.com/en/Noctilucent_cloud

Thermosfer

Thermosfer merupakan lapisan yang terekspos secara langsung terhadap radiasi matahari. Pesawat alang-alik atau space shuttle mengorbit bumi pada lapisan ini.

Udara di lapisan thermosfer sangat tipis sehingga penambahan kecil energi akan menyebabkan peningkatan suhu secara signifikan. Suhu di termosfer sangat bergantung pada aktivitas matahari (suhu dapat mencapai nilai 1,500°C atau lebih). Temperatur tidak dapat diukur secara langsung, tetapi dengan cara mengukur tekanan atmosfer terhadap satelit dan menghitung suhu dari persamaan gas ideal.

Thermosfer juga mencakup wilayah atmosfer bumi yang disebut ionosfer, dalam wilayah di mana  atmosfer dipenuhi dengan partikel bermuatan. Peningkatan temperatur dapat menyebabkan molekul udara terionisasi. Ionosfer sendiri merupakan daerah di atmosfer atas yang mengalami elektrifikasi sehingga mengandung sejumlah besar konsentrasi ion (partikel bermuatan) dan elektron bebas. Ionosfer  memiliki peran penting dalam proses penjalaran gelombang radio.

Sumber :
PPT Dosen Program Studi Meteorologi – ITB : Drs. Zadrach L. Dupe, Msi.
https://www.studiobelajar.com/atmosfer/
https://www.wikiwand.com/en/Noctilucent_cloud

Penulis: Mega Syahrani
Editor: Putri Indy Shafarina

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Akses Artikel Exclusive Lebih Dulu

Dapatkan Akses Artikel Exclusive Lebih Dulu

Mari bergabung bersama ribuan pembaca Ilumina dengan mendaftarkan alamat email kamu. Ssst.. Gratis, hanya buat kamu!

Langkah yang tepat! Kamu telah membuka jendela untuk melihat dunia dengan lebih baik!