Hari Ini:7 December, 2021

Yasya Bahrul Ulum, Berasal dari Kota Kecil Bukan Penghalang Meraih Medali Emas OSN

Halo, Sobat Edufia! Kali ini, kita akan mengupas kisah seorang peraih medali emas di bidang matematika. Tidak hanya di tingkat nasional, namun juga internasional, lho. Bahkan, kini ia aktif mengajar anak-anak Indonesia dalam mempersiapkan olimpiade internasional. Tentunya, Sobat Edufia di bidang matematika sudah bisa menebak dong, sosok satu ini. Buat yang belom tahu, penasaran kan dia siapa? Yuk, kita simak artikel berikut ini!

Bermula dari Ditunjuk Sekolah

Yasya Bahrul Ulum, atau akrab dipanggil Yasya, memulai perjalanannya di dunia olimpiade saat ia duduk di bangku SMP. Pada saat itu, Yasya ditunjuk oleh guru sekolahnya untuk mengikuti OSN. Medalis OSN kelahiran tahun ’94 ini, mengakui bahwa persiapannya saat SMP kala itu jauh dari kata matang. Maklum, pada saat itu akses buku-buku maupun soal olimpiade, khususnya matematika tidak semudah sekarang. Apalagi, Yasya berasal dari Kediri, sebuah kabupaten kecil di Jawa Timur. Di Kediri, kita tidak bisa mengakses sumber-sumber semudah di kota-kota besar seperti Jakarta. Pelatih pun tidak mudah untuk ditemukan. Keterbatasan fasilitas serta kurangnya dukungan membuat Yasya tidak begitu antusias dalam mengikuti OSN.

OSN pertama yang diikuti Yasya merupakan OSN 2009 yang bertempat di Jakarta. Ia berhasil mendapatkan medali perunggu di OSN pertamanya ini. Ketika ditanya mengenai perasaannya saat mendapatkan medali pertamanya, Yasya bersyukur ia bisa mendapatkan medali. Namun, Yasya juga mengakui ada sebuah rasa sedih. Pada kala itu, Yasya menyesal kenapa sebelumnya ia tidak berusaha keras. Jika ia berusaha lebih maksimal, ia yakin dirinya pasti bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.

Rasa penyesalan yang dialami Yasya tidak membuatnya terus berlarut-larut dalam kesedihan. Penyesalannya ini kemudian menjadi bahan bakar baginya untuk berusaha lebih keras lagi untuk mengikuti OSN SMA.

Tentu Saja Butuh Pengorbanan!

Berkat perolehan medalinya pada OSN SMP, Yasya mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya di SMAN Sragen Billingual Boarding School (SBBS). Di SMA nya ini, Yasya mendapatkan banyak dukungan serta pelatihan dalam mempersiapkan OSN. Seperti Olympiad Camp yang dijalaninya selama berminggu-minggu. Lingkungan sekitarnya pun juga sangat membantu Yasya untuk terus fokus dan berusaha untuk mendapatkan medali OSN. Lingkungan memang merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan seseorang.

Banyak pengorbanan yang harus Yasya lakukan dalam meraih impiannya. Tentunya, Yasya harus meluangkan waktu lebih banyak dibanding teman-temannya untuk belajar matematika. Di saat teman-temannya menikmati hari-hari sebagai anak SMA selayaknya, Yasya asyik berkutik dengan soal-soal matematika.

Perjuangannya membuahkan hasil yang manis. Segala pengorbanan yang ia lakukan terbayar dengan hasil manis, yaitu medali emas pertama (Absolute Winner) Olimpiade Sains Nasional bidang Matematika tahun 2012.

Gold for Indonesia

Prestasi Yasya tidak berhenti begitu saja di tingkat SMA. Selama menjalani S1 Teknik Elektro di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), ia terus mengasah kemampuan matematikanya.

Yasya pun mengikuti OSN Pertamina, yaitu Olimpiade Sains Nasional yang ditujukan untuk para mahasiswa S1 atau sederajat dan berhasil mendapatkan juara satu. Berkat prestasinya itu, Yasya dan beberapa peserta lainnya dari Indonesia dapat mengikuti sebuah olimpiade matematika internasional di Bulgaria, yaitu International Mathematics Competition (IMC) for University Student 2014.

Dalam kompetisi ini, peserta diminta untuk memecahkan masalah dalam bentuk essay. Kompetisi ini berlangsung selama dua hari dan terdapat lima soal yang harus dipecahkan setiap harinya.
Pada akhirnya, kerja keras dan ketekunan Yasya selama bertahun-tahun membuahkan medali emas di ajang internasional ini.

Kecintaannya pada Matematika Membuatnya Tetap Berkarya

“Selama aku menjalani olimpiade matematika, aku tidak merasakan adanya tekanan. Gak khawatir seperti, bagaimana jika tidak lolos. Semuanya dijalani saja,” Tutur mahasiswa yang tengah menyelesaikan tesis S2 Teknik Elektro di ITS ini.

Ketertarikan Yasya terhadap matematika membuatnya tidak pernah bosan dalam mempelajarinya. Sehingga, ketika ia harus bekerja keras untuk mencapai impiannya, ia tidak merasa tertekan ataupun jenuh. Seperti kata orang nih guys, kamu akan lebih mudah sukses dalam suatu pekerjaan jika kamu menyukai pekerjaan tersebut!

Kecintaan Yasya terhadap matematika membuatnya terus beraktivitas di dunia olimpiade matematika, walaupun ia bukan lagi peserta. Ia kerap mengajar dalam pelatihan nasional (pelatnas) yang diselenggarakan Kemdikbud untuk menyeleksi siswa-siswi calon Tim Olimpiad Matematika Indonesia. Bila dahulu ia menjadi peserta, beberapa tahun terakhir ini ia diamanahi sebagai pembina. Kontribusinya ini sangatlah berharga dalam mempersiapkan calon penerus Yasya di tahun-tahun mendatang.

Selain melatih anak-anak di pelatnas, Yasya juga telah mendirikan sebuah lembaga pendidikan bernama Indonesia Rajin Indonesia Tangguh (IRIT) dan Cabang Sambikerep. Lembaga yang berdomisili di Surabaya ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia khususnya membantu anak-anak dalam mempersiapkan olimpiade sains nasional. Lembaga yang telah berdiri sejak tahun 2017 dan 2019 ini, telah melahirkan banyak medalis OSN. Wah, keren ya. Teman-teman, kalau sudah sukses, jangan lupa ya, untuk membagikan ilmunya kepada orang lain. Seperti yang dilakukan oleh Yasya!

Ketika ditanya apa yang membuatnya menyukai matematika, Yasya mengakui bahwa ia tidak bisa menjelaskannya. Susah untuk bisa menjelaskan kepada publik, bahwa matematika itu menarik. Orang-orang tidak akan semudah itu untuk percaya. Terlebih lagi, adanya stigma yang beredar bahwa matematika itu sulit dan mengerikan. Sehingga, jika tidak mengalaminya sendiri, akan susah untuk menemukan sisi menarik dari matematika.

“Apalagi, kurikulum di sekolah sekarang ini ga mendukung anak-anak untuk menyukai matematika. Jadinya, ya anak-anak jaman sekarang susah untuk di motivasi belajar matematika,” Begitulah pendapat alumni yang bercita-cita menjadi dosen ini. “Nasihat aku untuk anak-anak ya… belajar aja lah pokoknya,”

Nah, sobat Edufia yang ingin berprestasi di bidang matematika, Yasya punya saran nih untuk kalian!

Yasya menyarankan kalian untuk belajar secara bertahap. Misal, mulai dari olimpiade matematika tingkat SD dulu. Kalau sudah menguasai, baru SMP dan kemudian SMA. Kalau pemahamannya dari dasar sudah kuat, akan jauh lebih mudah untuk memahami yang tingkat lanjut. Dalam hidup ini, memang tidak ada yang instan guys, semuanya pasti butuh waktu dan pengorbanannya masing-masing. Dinikmati aja dulu segala susahnya, jalanin semuanya. Jangan takut akan kemungkinan untuk gagal. Failures are stepping stones to later success. Semua kerja kerasmu pasti akan terbayar suatu saat nanti.

“If you don’t give up, you still have a chance. Giving up is the greatest failure.”

– Jack Ma, Former Chairman of Alibaba Group

Penulis: Maritza Andreanne Rafa Ayusha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Akses Artikel Exclusive Lebih Dulu

Dapatkan Akses Artikel Exclusive Lebih Dulu

Mari bergabung bersama ribuan pembaca Ilumina dengan mendaftarkan alamat email kamu. Ssst.. Gratis, hanya buat kamu!

Langkah yang tepat! Kamu telah membuka jendela untuk melihat dunia dengan lebih baik!