Hari Ini:19 May, 2021

Tidak Menyerah Meskipun Sempat Gagal: Yuk, Kenalan dengan Gerhard dan Kisah Olimpiade Geografinya

Halo, Sobat Ilumina! Ada kabar baik, nih, untuk sobat Ilumina pejuang geografi. Kali ini, kita akan berkenalan dengan Gerhard Mangara, medalis perak OSN SMA Geografi 2018 yang diadakan di Padang, Sumatra Barat. Sambil mengisi waktu luang di saat suntuk seperti ini, langsung aja, yuk, simak kisah Gerhard!

Gerhard pertama kali mengetahui dunia olimpiade saat ia duduk di bangku kelas 10 SMA tahun 2017. Kala itu, kelasnya kedatangan tim OSN Kebumian dan Geografi sekolahnya yang sedang membuka pendaftaran peserta baru. Berkat pemaparan dari tim geografi yang menarik, Gerhard pun terpikat dengan bidang tersebut.

“Aku suka banget sama materi pengetahuan umum di pelajaran geografi. Kebetulan, di OSN juga dibahas hal serupa. Kalau di silabus OSN/IGeO, pengetahuan umum itu masuk ke dalam Geografi Regional,” jelas Gerhard. “Makanya, selain membaca materi dari buku-buku dan juga mengerjakan latihan soal, aku juga rajin memantau  perkembangan geografi dari media online, televisi, dan koran.”

Meskipun pada saat itu fokus Gerhard terbagi menjadi dua antara klub teater sekolah dan olimpiade, Gerhard berhasil menjadi perwakilan sekolahnya, menyabet peringkat 4 di tingkat kota, kemudian menjadi 50 peserta yang lolos dari tahap pra-OSP DKI Jakarta menuju tahap provinsi.

Selama berbagai pelatihan yang dijalani Gerhard, ia mendapat banyak ilmu dan pengalaman dari teman-temannya yang—menurut Gerhard—sangatlah pintar dan ambisius. Saat olimpiade tingkat provinsi tiba, Gerhard menyadari bahwa pada tingkat ini, semua menjadi semakin ketat, baik dari segi peserta maupun kesulitan soal.

Akhirnya, pengumuman OSN yang berjarak kira-kira sebulan dari OSP pun tiba. Ketika melihat namanya muncul sebagai peserta yang lolos ke tahap nasional, Gerhard tak hentinya mengucap syukur.

Tibalah OSN SMA Geografi 2017 yang diadakan di Pekanbaru, Riau. Pada saat perlombaan, Gerhard mengaku ia tidak terlalu tegang saat mengerjakan soal meskipun pada akhirnya ia menyadari ada beberapa soal yang meleset dari jawaban benar.

Sayangnya, Gerhard belum berhasil menjadi medalis di olimpiade pertamanya ini. Meskipun terselip kecewa, rasa itu terobati karena kontingen DKI Jakarta berhasil menjadi juara umum.

Seusai pengumuman, Gerhard agak menyesal dengan usahanya yang dirasa kurang maksimal untuk pengalaman olimpiadenya yang pertama ini. Gerhard pun memutuskan untuk tidak menyerah dan mencoba lagi di tahun selanjutnya. Sebagai motivasi, Gerhard sampai memfoto dirinya dengan medali perak milik temannya.   

Tahun selanjutnya, Gerhard telah menjadi ketua tim OSN di sekolahnya. Tidak terlalu banyak persiapan untuk menghadapi OSK 2018 karena Gerhard mengaku sudah lumayan paham dengan tipe soalnya. Berkat kegigihannya dan dukungan dari teman-temannya, ketegangan tak lagi dirasakan Gerhard sehingga ia pun berhasil memelesat lancar menuju OSN SMA Geografi 2018. Gerhard pun semakin serius belajar karena ia menyadari bahwa tahun ini adalah tahun terakhir olimpiadenya

Gerhard (kedua dari kiri) bersama kontingen DKI Jakarta
Sumber: Dokumentasi pribadi Gerhard Mangara

OSN SMA Geografi 2018 kali ini diadakan di Padang, Sumatra Barat. Gerhard berkata bahwa ia tidak menemukan kesulitan berarti saat perlombaan berlangsung karena ia sudah memiliki bekal yang cukup dari pengalaman OSN sebelumnya serta pelatda kontingennya.

Meskipun Gerhard merasa cukup lancar dalam menyelesaikan serangkaian tesnya, rasa takut tidak mendapatkan medali lagi itu tetap ada pada dirinya. “Saking tegangnya, aku sampai keluar masuk auditorium. Ditambah lagi, pengumuman geografi SMA paling terakhir. Saat medali perunggu sudah selesai dibacakan, aku udah pasrah, sih, kalau nggak dapat medali lagi,” ungkapnya.

Gerhard tak menyangka ketika mendengar namanya dipanggil pada pembacaan peraih medali perak. Setelah dikalungi medali, sontak saja Gerhard melimpahkan semua rasa syukur dan bahagianya dengan teman-teman yang lain. Saking bahagianya, sampai-sampai kepingan medali Gerhard lepas dari kalungnya. Gerhard pun kewalahan mencari medalinya di bawah-bawah kursi. Ckckck, ada-ada saja, yaa..

Berkat medali perak tersebut, Gerhard berhak melanjutkan perjuangannya ke pelatnas. Pelatnas pun berjalan cukup sulit. Pada hari-hari awal, Gerhard langsung disuguhi serangkaian tes lapangan, multimedia, dan tertulis. Meskipun demikian, Gerhard sangat menikmati waktu pelatnasnya yang menyenangkan bersama peserta pelatnas IGeO 2019 yang lain. Selama pelatnas, Gerhard bertugas menjadi juru kamera yang merekam tiap momen kebersamaan mereka.

A group of people posing for a photoDescription automatically generated
Gerhard (baris paling depan, kedua dari kiri) dan peserta pelatnas IGeO 2019
Sumber: Dokumentasi pribadi Gerhard Mangara

Walaupun Gerhard sampai pada pelatnas tahap kedua saja, serangkaian kisah olimpiadenya telah menjadi salah satu bagian hidup terpenting bagi Gerhard.

“Tetap semangat, santai saja,” ucap Gerhard. “Cobalah melihat kesuksesan dan kebahagiaan itu dari berbagai perspektif. Sukses enggak harus lewat medali OSN. Perjuanganmu, teman barumu, dan semua proses dan pengalaman yang kamu alami itu merupakan kesuksesan sendiri yang mungkin bisa menjadi salah satu kenangan terindah sepanjang hidupmu,” tutup mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia itu.

Wah, gimana, nih, sobat Ilumina? Meskipun sempat gagal, Gerhard mampu bangkit dan meraih medali di kesempatan berikutnya. Nah, sobat Ilumina jangan mudah menyerah, ya! Yuk, semangat meraih impian di KSN 2020!

Penulis Salma Zhahira M.S.
Editor: Athira Marsya Khairina

Share

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Akses Artikel Exclusive Lebih Dulu

Dapatkan Akses Artikel Exclusive Lebih Dulu

Mari bergabung bersama ribuan pembaca Ilumina dengan mendaftarkan alamat email kamu. Ssst.. Gratis, hanya buat kamu!

Langkah yang tepat! Kamu telah membuka jendela untuk melihat dunia dengan lebih baik!