Hari Ini:19 May, 2021
Kontingen Indonesia saat International Economics Olympiad (IEO) 2018

“Enjoy Aja Prosesnya,” kata Frisca Si Medalis OSN Ekonomi

Semangat pagi! Semoga sobat Ilumina selalu semangat, ya, di tengah pandemi, sama seperti semangatnya alumni bidang ekonomi yang satu ini. Selain berhasil meraih medali perak OSN 2018, di tahun yang sama ia juga mewakili Indonesia pada IEO, lho! Gimana, sih, ceritanya? Yuk, kita simak!

Episode Pertama: Perkenalan

Frisca Thursandi Daud, atau akrab dipanggil Frisca, mengenal ekonomi sejak awal matrikulasi di sekolahnya, MAN Insan Cendekia Gorontalo. Ketika itu, guru ekonomi sedang menjelaskan sistem percetakan uang yang menggiring nalar Frisca kepada sebuah pemikiran. “Kan, katanya, yang cetak uang itu Perum Peruri. Waktu itu, aku sempat mikir, kalau misal yang cetak uang itu Indonesia, kenapa enggak sekalian dicetak banyak aja supaya masyarakat Indonesia itu semuanya kaya?” tutur siswi kelahiran Gorontalo ini. Tak disangka, pemikiran yang menurutnya awam mampu membuatnya tertarik dengan ekonomi.

Sejak saat itu, Frisca semakin penasaran dengan ekonomi. Semakin ia mendalami ekonomi, semakin ia mencintai ilmu tersebut sampai-sampai pengetahuannya di bidang ekonomi tidak diragukan lagi oleh guru dan teman-temannya. Menurutnya, ia telah jatuh cinta dengan ekonomi. Kalimat itu menjawab pertanyaan mengapa Frisca memilih bidang ekonomi ketika seleksi tim sekolah untuk OSK 2017. Tidak hanya tingkat Kabupaten, perjuangannya berlanjut sampai OSN 2017 dengan dukungan orangtua, guru, dan teman serta alumni yang inspiratif walaupun gagal membawa pulang medali. Namun, kegagalan di tahun pertama tidak membuatnya menyerah dengan ekonomi. Sebaliknya, dengan seribu jurus ia bangkit untuk berjuang di tahun selanjutnya, OSN 2018.

Episode Kedua: Seribu Jurus untuk Bangkit

Sepulang OSN di tahun 2017, Frisca bertekad membawa pulang medali di tahun berikutnya. Tentunya perjuangan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada berbagai tantangan yang perlu ia hadapi sebelum mewujudkan tekadnya. Harapan orang tua untuk mendapat nilai maksimal dalam akademik merupakan tantangan pertama. Akademik dan olimpiade menjadi dua hal yang harus ia perjuangkan. Inilah saatnya untuk mengerahkan jurus pertama, yaitu manajemen waktu. Untuk jurus yang satu ini, ia mengorbankan waktunya untuk belajar ekonomi mulai dari waktu tidur, waktu main, bahkan waktu liburan di akhir pekan. 

“Aku, tuh, belajar buat sekolah sekitar jam 8 malam habis Isya, terus jam 10 malam baru buka buku olim sampai begadang. Masalahnya, kalau kayak gitu, di kelas suka ketiduran. Nah, sejak itu dibatasin jam 12 malam harus udah tidur, “ ujar Frisca menjelaskan pembagian waktu belajarnya. “Selang waktu yang kurang diganti habis subuh. Temen-temen lagi siap-siap di asrama, sementara aku udah rapi biar bisa belajar ekonomi sambil nunggu jam masuk di koridor. Terus juga pas weekend aku pernah enggak keluar asrama sampai dua bulan buat belajar olim,” tambah Frisca menjelaskan manajemen waktunya. 

Pengalaman adalah guru terbaik. Pepatah itu menyadarkan Frisca bahwa ia telah melewatkan salah satu hal penting. Keterampilan memecahkan masalah dan kesiapan mental perlu dilatih dengan jurus kedua, yaitu kompetisi. Frisca mengikuti berbagai kompetisi ekonomi mulai dari individu sampai kelompok tingkat provinsi maupun universitas. Target utamanya bukanlah gelar juara, melainkan pengalaman yang akan ditulis dalam kamus kompetisi miliknya. Menurutnya, semakin banyak pengalaman, semakin banyak yang ia pelajari.

Tantangan selanjutnya yang perlu ia hadapi berasal dari sekolah. Beberapa guru mempertanyakan apakah Frisca serius dalam setiap kompetisi dan perlombaan atau hanya ingin berlari dari padatnya pembelajaran. Argumen tersebut muncul sejak kegagalan di OSN 2017, ditambah lagi dengan jarangnya ada hasil kejuaraan dari sekian banyak kompetisi yang diikuti. Hal ini sempat membuat Frisca meragukan perjuangannya selama ini. Namun, ia segera bangkit dengan jurus ketiga, yaitu motivasi. Ia teringat dengan motivasi awal perjuangan ini dan teman-teman yang dengan semangat mendukungnya untuk terus berjuang.

“Dulu, waktu sempat gagal beberapa kali saat lomba-lomba univ, tuh, sempat capek gitu. Itu kan ninggalin sekolah, dan balik-balik udah ngejar akademik dan lomba-lomba yang bukan skala nasional atau bukan kementerian. Kompensasinya enggak begitu besar dari sekolah, jadi harus mengejar semua yang ditinggal. Waktu itu sempat mikir, ini tuh worth it enggak, sih?” tutur siswi yang juga menjabat sebagai anggota OSIS. “Bahkan, sampai mikir apa stop aja olimnya dan fokus akademik karena takutnya enggak ada yang didapet. Tapi, untungnya aku bener-bener suka sama ekonomi dan bukan karena disuruh. Makanya, walaupun banyak tuntutan dan tekanan, pikiran berat itu cuma selintas aja,” tambah Frisca.

Berbekal seribu jurus yang ia terapkan secara konsisten, Frisca berhasil tiba di puncak perjuangan. Ia pun mampu menjawab pertanyaan guru yang sempat ragu akan keseriusannya dengan sebuah medali perak bidang ekonomi pada OSN 2018 di Padang, Sumatera Barat.

Frisca sepulang OSN 2018 berhasil membawa pulang medali perak 'ekonomi'
Frisca berhasil membawa pulang medali perak di OSN 2018
Sumber: Dokumentasi pribadi Frisca Thursandi

Episode Selanjutnya

Perjuangan Frisca masih berlanjut. Di tahun yang sama, ia berkesempatan mewakili Indonesia di International Economics Olympiad (IEO). Mimpinya hanya sampai OSN, tak pernah terlintas sedikit pun ia akan berjuang di IEO karena di tahun-tahun sebelumnya belum pernah ada. Harapan Indonesia menjadi tanggung jawab yang cukup besar bagi Frisca dan kedua temannya untuk berhasil di IEO pertama ini. Namun, semangatnya luntur karena merasa tidak menikmati prosesnya sehingga tanggung jawab berubah menjadi beban. Ia melupakan seribu jurus miliknya yang diterapkan saat berjuang di OSN. Sampai pada akhirnya, harapan itu hanya menjadi harapan. Bukan hanya penyesalan, melainkan juga pelajaran yang ia dapatkan untuk menjadi lebih baik di kemudian hari. 

Frisca melanjutkan episode perjuangannya di bidang ekonomi. Saat ini, ia menempuh pendidikan di Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia tak lain karena prestasinya di OSN 2018. Wah, hebat, ya! Nah, untuk sobat Ilumnia yang tertarik di bidang olimpiade, khususnya ekonomi, ada pesan, nih, dari Frisca.

“Kalau mau serius di olimpiade, saat ada kesempatan, ambil aja semua. Enggak usah ragu. Kayak waktu itu, kan, aku ada beberapa universitas yang ngadain kompetisi ekonomi, ikutin aja semua. Walaupun enggak berhasil, intinya jangan takut gagal. Kalaupun kalian gagal, jangan berhenti, karena bisa saja kalian berhenti di satu titik yang ternyata merupakan satu langkah sebelum keberhasilan. Yang terpenting, enjoy aja prosesnya. Dengan begitu, kalian bisa menjadi versi terbaik dari diri kalian.”

Frisca Thursandi Daud, 2020

Penulis: Chandra Halim Nuruddin

Editor: Athira Marsya Khairina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dapatkan Akses Artikel Exclusive Lebih Dulu

Dapatkan Akses Artikel Exclusive Lebih Dulu

Mari bergabung bersama ribuan pembaca Ilumina dengan mendaftarkan alamat email kamu. Ssst.. Gratis, hanya buat kamu!

Langkah yang tepat! Kamu telah membuka jendela untuk melihat dunia dengan lebih baik!